7 Penyebab Keramik Rumah Menggelembung dan Cara Mengatasinya

Keramik lantai yang tiba-tiba terangkat, menggembung, atau bahkan pecah dengan sendirinya bukan sekadar masalah estetika. Kondisi ini dapat menjadi tanda adanya masalah pada pemasangan lantai, perubahan suhu, kelembapan, hingga pergerakan struktur bangunan.

Banyak pemilik rumah baru menyadari masalah tersebut ketika terdengar suara seperti ledakan kecil dari lantai atau beberapa keping keramik mulai terangkat. Kondisi seperti ini sering disebut keramik meledak atau tile tenting.

Lalu, apa saja penyebab keramik menggelembung dan bagaimana cara mengetahui sumber masalahnya?

Daftar Isi

Apa yang Dimaksud dengan Keramik Menggelembung?

Keramik menggelembung adalah kondisi ketika permukaan keramik tidak lagi menempel dan berada pada posisi rata seperti semula. Sebagian keramik dapat terlihat sedikit terangkat, bergeser, retak, atau bahkan terlepas dari permukaan lantai.

Pada beberapa kasus, masalah hanya terjadi pada satu atau dua keping. Namun, jika beberapa keramik terangkat secara berurutan atau membentuk pola tertentu, penyebabnya kemungkinan bukan sekadar kerusakan pada keramik.

Salah satu kondisi yang sering ditemukan adalah lantai kopong, yaitu adanya ruang kosong antara keramik dengan lapisan di bawahnya. Jika area kopong cukup luas dan menerima tekanan atau perubahan suhu, keramik dapat kehilangan daya rekat dan akhirnya terangkat.

7 Penyebab Keramik Menggelembung

1. Perekat Keramik Tidak Menempel dengan Baik

Pemasangan keramik membutuhkan daya rekat yang cukup antara keramik, perekat, dan permukaan lantai.

Jika perekat tidak diaplikasikan secara merata atau terdapat bagian yang tidak tertutup dengan baik, sebagian area di bawah keramik dapat menjadi kosong. Kondisi tersebut membuat keramik lebih mudah mengalami pergerakan.

Pemasangan yang kurang tepat juga dapat menyebabkan terbentuknya banyak titik kopong. Dalam jangka panjang, tekanan dari aktivitas sehari-hari dapat membuat keramik retak atau terangkat.

2. Tidak Ada Cukup Nat atau Celah Pergerakan

Keramik bukan material yang benar-benar tidak mengalami perubahan ukuran. Perubahan temperatur dapat menyebabkan material mengalami sedikit pemuaian dan penyusutan.

Jika pemasangan dilakukan dengan celah yang terlalu sempit dan tidak tersedia ruang yang cukup untuk mengakomodasi pergerakan, tekanan dapat terakumulasi pada bidang lantai.

Akibatnya, beberapa keping keramik dapat saling mendorong hingga akhirnya keramik terangkat dari permukaan lantai.

3. Perubahan Suhu yang Ekstrem

Perubahan temperatur merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kondisi lantai, terutama pada area yang terkena panas secara langsung.

Contohnya adalah lantai dekat pintu atau jendela besar yang mendapatkan paparan sinar matahari dalam waktu lama. Permukaan lantai dapat mengalami pemanasan berulang dan pendinginan kembali.

Jika konstruksi lantai tidak memiliki ruang pergerakan yang memadai, siklus tersebut dapat berkontribusi terhadap munculnya tekanan pada keramik.

4. Kelembapan atau Air di Bawah Keramik

Air yang masuk ke lapisan bawah lantai dapat menjadi masalah serius, terutama jika terdapat kebocoran atau kelembapan dari area lain.

Sumbernya bisa berasal dari kebocoran pipa, kamar mandi, rembesan dinding, atau masalah waterproofing.

Kelembapan yang terus-menerus berada di bawah keramik dapat memengaruhi kondisi perekat dan lapisan lantai. Dalam kondisi tertentu, hal tersebut dapat menyebabkan keramik kehilangan daya rekat.

Karena itu, ketika menemukan keramik menggelembung di area tertentu, jangan hanya memeriksa permukaan keramik. Sumber kelembapan di bawahnya juga perlu dipertimbangkan.

5. Permukaan Lantai Dasar Tidak Stabil

Keramik dipasang di atas lapisan dasar yang harus memiliki kondisi cukup stabil dan sesuai untuk menerima pemasangan.

Jika permukaan dasar mengalami retak, pergerakan, penurunan, atau perubahan bentuk, keramik di atasnya dapat ikut menerima tekanan.

Masalah ini lebih penting diperhatikan jika kerusakan terjadi berulang meskipun keramik sudah diperbaiki atau diganti.

Mengganti keramik tanpa memperbaiki penyebab pada lapisan dasarnya hanya akan menyelesaikan masalah sementara.

6. Kesalahan Saat Proses Pemasangan

Kualitas pemasangan sangat menentukan umur lantai keramik.

Beberapa kesalahan yang dapat meningkatkan risiko keramik terangkat antara lain:

  • Permukaan dasar tidak dipersiapkan dengan baik.
  • Perekat diaplikasikan tidak merata.
  • Keramik dipasang ketika kondisi permukaan belum sesuai.
  • Nat terlalu sempit.
  • Tidak memperhatikan area sambungan atau pergerakan bangunan.
  • Tidak memperhatikan kondisi lingkungan saat pemasangan.

Karena itu, keramik yang terlihat bagus ketika baru dipasang belum tentu menunjukkan bahwa sistem lantainya sudah benar.

7. Pergerakan Struktur atau Bangunan

Pada kondisi tertentu, penyebab keramik menggelembung dapat berkaitan dengan pergerakan pada struktur atau elemen bangunan.

Bangunan dapat mengalami pergerakan kecil akibat berbagai faktor, seperti perubahan beban, perubahan kondisi tanah, penyusutan material, maupun proses alami bangunan.

Tidak semua retakan atau pergerakan berarti masalah struktur yang serius. Namun, apabila keramik terangkat disertai retakan pada dinding, lantai, atau area bangunan lainnya, pemeriksaan lebih lanjut sebaiknya dilakukan.

Cara Mengecek Keramik yang Menggelembung

Sebelum melakukan pembongkaran, pemilik rumah dapat melakukan pemeriksaan awal untuk memahami pola kerusakannya.

1. Periksa Keramik yang Terangkat

Perhatikan apakah hanya satu keping keramik yang bermasalah atau terdapat beberapa keping dalam satu area.

Jika kerusakan terjadi secara berkelompok, kemungkinan terdapat faktor yang memengaruhi area lantai tersebut.

2. Ketuk Permukaan Keramik

Salah satu pemeriksaan sederhana adalah mengetuk permukaan keramik menggunakan benda yang tidak merusak permukaan.

Keramik yang memiliki suara lebih nyaring atau berbeda dibandingkan keramik di sekitarnya dapat mengindikasikan adanya area kosong di bawahnya.

Namun, suara ketukan saja tidak cukup untuk menentukan penyebab kerusakan.

3. Periksa Nat

Perhatikan kondisi nat di antara keramik. Nat yang retak, tertekan, atau terdorong dapat memberikan petunjuk bahwa terdapat pergerakan pada bidang lantai.

4. Cari Tanda Kelembapan

Periksa apakah terdapat noda air, perubahan warna, bau lembap, atau kerusakan pada area yang berdekatan.

Jika keramik menggelembung berada dekat kamar mandi atau area yang memiliki instalasi air, kemungkinan kebocoran perlu dipertimbangkan.

5. Dokumentasikan Pola Kerusakan

Ambil foto dari jarak dekat dan jarak yang lebih luas. Dokumentasi ini membantu melihat apakah kerusakan hanya terjadi pada satu titik atau membentuk pola tertentu.

Jika masalah terjadi pada rumah yang akan dibeli, pemeriksaan seperti ini menjadi bagian penting dalam menilai kondisi bangunan secara keseluruhan.

Risiko Jika Keramik Dibiarkan

Keramik yang terangkat sebaiknya tidak dianggap hanya sebagai masalah penampilan.

Keramik yang sudah tidak stabil dapat semakin terangkat ketika menerima tekanan dari aktivitas sehari-hari. Permukaan yang tidak rata juga dapat meningkatkan risiko tersandung, terutama bagi anak-anak dan orang lanjut usia.

Selain itu, jika penyebabnya adalah kebocoran atau kelembapan, membiarkan kerusakan terlalu lama dapat membuat masalah menyebar ke lapisan lantai maupun elemen bangunan lainnya.

Pada kondisi tertentu, keramik bahkan dapat pecah secara tiba-tiba karena tekanan yang terakumulasi. Inilah yang sering disebut keramik meledak.

Cara Mengatasi Keramik Menggelembung

Cara perbaikannya harus disesuaikan dengan penyebabnya.

Jika masalah hanya berasal dari satu keping keramik yang rusak, keramik dapat dibongkar dan diganti. Namun, sebelum memasang keramik baru, kondisi permukaan di bawahnya sebaiknya diperiksa.

Jika ditemukan area kopong, permukaan yang tidak rata, atau perekat yang sudah rusak, bagian tersebut perlu diperbaiki terlebih dahulu.

Apabila terdapat indikasi kebocoran, sumber air harus ditangani sebelum lantai diperbaiki. Mengganti keramik tanpa memperbaiki kebocoran dapat menyebabkan masalah yang sama kembali muncul.

Untuk kerusakan yang melibatkan banyak keping atau terjadi berulang setelah perbaikan, pemeriksaan yang lebih menyeluruh diperlukan untuk mengetahui apakah masalah berasal dari sistem pemasangan, kelembapan, atau pergerakan bangunan.

Cara Mencegah Keramik Terangkat

Pencegahan sebaiknya dimulai sejak proses pemasangan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Pastikan permukaan dasar bersih, stabil, dan sesuai untuk pemasangan.
  • Gunakan perekat yang sesuai dengan jenis keramik dan kondisi area.
  • Pastikan perekat menempel secara merata.
  • Berikan celah dan nat yang sesuai.
  • Perhatikan area yang mengalami perubahan temperatur.
  • Pastikan tidak terdapat sumber kebocoran di bawah lantai.
  • Perhatikan sambungan dan area pergerakan bangunan.
  • Lakukan pemeriksaan jika keramik mulai terdengar kopong atau mengalami perubahan posisi.

Untuk rumah yang sudah berdiri, pemeriksaan kondisi lantai sebaiknya tidak hanya dilakukan ketika kerusakan sudah parah.

Kapan Perlu Melakukan Inspeksi Rumah?

Jika Anda menemukan satu keramik terangkat, masalahnya mungkin relatif sederhana. Tetapi apabila keramik terangkat di beberapa area, lantai terdengar kopong dalam jumlah banyak, terdapat kelembapan, atau kerusakan terus muncul setelah diperbaiki, sebaiknya jangan langsung melakukan renovasi.

Terlebih jika kondisi tersebut ditemukan ketika Anda sedang mempertimbangkan membeli rumah bekas.

Inspeksi rumah dapat membantu melihat kondisi bangunan secara lebih menyeluruh, bukan hanya bagian keramik yang terlihat rusak. Pemeriksaan juga dapat membantu mengidentifikasi indikasi masalah pada elemen lain yang mungkin tidak terlihat saat kunjungan biasa.

Jika Anda sedang mempertimbangkan pembelian rumah bekas, Anda dapat menggunakan layanan Jasa Inspeksi Rumah Bekas dari Cekruma untuk mendapatkan gambaran kondisi rumah sebelum mengambil keputusan.

Tidak selalu. Mengganti keramik hanya menyelesaikan masalah pada permukaan. Jika penyebabnya berasal dari kelembapan, lantai kopong, kesalahan pemasangan, atau pergerakan bangunan, penyebab tersebut perlu ditangani terlebih dahulu.

Tidak. Keramik dengan area kopong belum tentu langsung terangkat. Namun, area kosong di bawah keramik dapat membuat daya dukung dan daya rekat menjadi kurang optimal sehingga lebih rentan mengalami kerusakan.

Keramik dapat terangkat atau pecah ketika tekanan pada bidang lantai melebihi kemampuan sistem pemasangan untuk mengakomodasi pergerakan. Perubahan suhu, kurangnya celah pergerakan, masalah perekat, dan kondisi lapisan dasar dapat menjadi faktor yang berkontribusi.

Bisa, tetapi tidak selalu. Banyak kasus keramik terangkat berkaitan dengan pemasangan atau kondisi lapisan lantai. Namun, jika disertai retakan pada elemen bangunan lain atau terjadi pergerakan yang signifikan, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan.

Belum tentu menjadi alasan untuk langsung membatalkan pembelian. Yang lebih penting adalah mengetahui mengapa keramik tersebut menggelembung, seberapa luas masalahnya, dan berapa besar potensi biaya perbaikannya.

Dengan mengetahui kondisi sebenarnya sebelum transaksi, calon pembeli dapat membuat keputusan berdasarkan kondisi rumah, bukan hanya tampilan permukaannya.

Jangan Abaikan Keramik yang Mulai Terangkat

Penyebab keramik menggelembung bisa sangat beragam, mulai dari kesalahan pemasangan sederhana hingga masalah kelembapan dan pergerakan bangunan.

Karena itu, jangan hanya melihat keramik yang rusak sebagai masalah kosmetik. Perhatikan pola kerusakan, kondisi nat, suara kopong, tanda kelembapan, serta kondisi elemen bangunan di sekitarnya.

Terutama saat membeli rumah bekas, pemeriksaan menyeluruh dapat membantu menemukan potensi masalah sebelum menjadi biaya renovasi yang lebih besar.

Pastikan kondisi rumah sudah Anda pahami sebelum mengambil keputusan pembelian.

Cekruma — Inspeksi Rumah untuk membantu Anda mengetahui kondisi rumah secara lebih objektif.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *